Sabtu, 04 Desember 2010

macam-macam klasifikasi dan struktur bakteri


Klasifikasi ilmiah menunjuk ke bagaimana ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup. Klasifikasi modern berakar pada sistem Carolus Linnaeus, yang mengelompokkan spesies menurut kesamaan sifat fisik yang dimiliki . Pengelompokan ini sudah direvisi sejak Carolus Linnaeus untuk menjaga konsistensi dengan asas sifat umum yang diturunkan dari Darwin.
Untuk mengenali dan mempelajari makhluk hidup secara keseluruhan tidak mudah sehingga dibuat klasifikasi (pengelompokan) makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu. Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), Famili (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).
Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh atau fungsi alat tubuhnya. Makhluk hidup yang memliliki ciri yang sama dikelompokkan dalam satu golongan. Contoh klasifikasi makhluk hidup adalah :
  • Berdasarkan ukuran tubuhnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi pohon, perdu, dan semak.
  • Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan yang hidup di lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup di lingkungan air (hidrofit), dan tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab (higrofit).
  • Berdasarkan manfaatnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias, tanaman pangan dan sebagainya
  • Berdasarkan jenis makanannya. Contoh: Hewan dikelompokkan menjadi hewan pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora), dan hewan pemakan hewan serta tumbuhan (omnivora).
Cara pengelompokan makhluk hidup seperti ini dianggap kurang sesuai yang disebabkan karena dalam pengelompokan makhluk hidup dengan cara demikian dibuat berdasarkan keinginan orang yang mengelompokkannya.

Sistem Klasifikasi Domain
Belakangan, sistem Kingdom sempat dianggap basi, sehingga dibentuk sistem baru yang menambah urutan dan memiliki lebih sedikit jenis, yaitu Domain.
Ada tiga jenis Domain, yaitu:
  1. Archaea (dari Archaebacteria)
  2. Bacteria (dari Eubacteria)
  3. Eukarya (termasuk fungi, hewan, tumbuhan, dan protista)
Sistem Klasifikasi Enam Kingdom (Menurut Woese tahun 1977)
Semula para ahli hanya mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan, yaitu kerajaan tumbuhan dan kerajaan hewan. Dasar para ahli mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan :
  1. Kenyataan bahwa sel kelompok tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa.
  2. Tumbuhan memiliki klorofil sehingga dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis dan tidak dapat berpindah tempat dan hewan tidak memiliki dinding sel sementara hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri, dan umumnya dapat berpindah tempat.
Namun ada tumbuhan yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, yaitu jamur (fungi). Berarti, tumbuhan berbeda dengan jamur maka para ahli taksonomi kemudian mengelompokkan makhluk hidup menjadi tiga kelompok, yaitu Plantae (tumbuhan), Fungi (jamur), dan Animalia (hewan).
Setelah para ahli mengetahui struktur sel (susunan sel) secara pasti, makhluk hidup dikelompokkan menjadi empat kerajaan, yaitu Prokariot, Fungi, Plantae, dan Animalia, Pengelompokan ini berdasarkan ada tidaknya membran inti sel. Sel yang memiliki membran inti disebut sel eukariotik, sel yang tidak memiliki membran inti disebut sel prokariotik.
Pada tahun 1969 Robert H. Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi lima kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Pengelompokan ini berdasarkan pada susunan sel, cara makhluk hidup memenuhi makanannya, dan tingkatan makhluk hidup.
Namun sistem ini kemudian diubah dengan dipecahnya kingdom monera menjadi kingdom Eubacteria dan Archaebacteria.
Penjelasan Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup Enam Kingdom:
Kingdom Eubacteria
Para makhluk hidup di Kingdom Eubacteria berupa makhluk hidup sel tunggal (uniseluler). Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Eubacteria memiliki sel prokariotik (sel sederhana yang tidak mempunyai kapsul sebagai lapisan terluarnya dan dinding sel didalamnya). Eubacteria juga dikenal dengan istilah bakteria.
Kingdom Archaebacteria
Makhluk hidup di Kingdom Archaebacteria tidak jauh berbeda dengan yang ada di Kingdom Eubacteria karena mereka dulunya satu Kingdom. Namun Archaebacteria umumnya tahan di lingkungan yang lebih ekstrim.
Kingdom Protista
Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Protista memiliki sel eukariotik. Protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel atau banyak sel tetapi tidak berdiferensiasi. Protista umumnya memiliki sifat antara hewan dan tumbuhan. Kelompok ini terdiri dari Protista menyerupai tumbuhan (ganggang), Protista menyerupai jamur, dan Protista menyerupai hewan (Protozoa, Protos: pertama, zoa: hewan). Protozoa mempunyai klasifikasi berdasarkan sistem alat geraknya, yaitu Flagellata/Mastigophora (bulu cambuk, contoh Euglena, Volvox, Noctiluca, Trypanosoma, dan Trichomonas), Cilliata/Infusiora (rambut getar, contoh Paramaecium), Rhizopoda/Sarcodina (kaki semu, contoh Amoeba), dan Sporozoa (tidak mempunyai alat gerak, contoh Plasmodium).
Kingdom Fungi (Jamur)
Fungi memiliki sel eukariotik. Fungi tak dapat membuat makanannya sendiri. Cara makannya bersifat heterotrof, yaitu menyerap zat organik dari lingkungannya sehingga hidupnya bersifat parasit dan saprofit. Kelompok ini terdiri dari semua jamur, kecuali jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota). Beberapa kelompok kelas antara lain:
a. kelas Myxomycetes (jamur lendes) contoh nya Physarum policephalius.
b. kelas Phycomycetes (jamur ganggang) contoh nya jamur tempe (Rhizopus oryzae, mucor mue)
Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Tumbuhan terdiri dari tumbuhan lumut (Bryophyta), tumbuhan paku (Pteridophyta), tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae), dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).
Kingdom Animalia (Hewan)
Hewan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya tersusun atas banyak sel yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri sehingga bersifat heterotrof. Kelompok ini terdiri dari semua hewan, yaitu hewan tidak bertulang belakang (invertebrata/avertebrata) dan hewan bertulang belakang (vertebrata).
Pada tahun 1977 seorang mikrobiolog bernama Carl Woese dan peneliti lain dari university of Illinois menemukan suatu kelompok bakteri yang memiliki ciri unik dan berbeda dari anggota kingdom Monera lainnya. Kelompok tersebut dinamakan Archaebacteria. Archaebacteria lebih mendekati makhluk hidup eukariot dibandingkan bakteri lain yang merupakan prokraiot. Hal itu menyebabkan terciptanya sistem klasifikasi 6 kingdom pemisah kingdom Archaebacteria dari anggota kingdom Monera lain yang kemudaian disebut Eubacteria. Namun hingga sekarang yang diakui sebagai sistem klasifikasi standar adalah sistem Lima Kingdom yang ditemukan oleh Whittaker.
Sistem Klasifikasi 6 Kingdom (Menurut Thomas Cavalier-Smith tahun 2004)
Seorang ilmuwan Thomas Cavalier-Smith mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 6 Kingdom juga, namun dengan memisahkan Eukaryota dari Protista yang bersifat autotrof menjadi Kingdom baru, yaitu Chromista. 6 Kingdom menurut Klasifikasi Cavalier-Smith:
a. Bacteria
b. Protozoa
c. Chromista
d. Fungi
e. Plantae
f. Animalia
Walaupun sekarang Indonesia sedang berusaha mengadaptasikan klasifikasi Domain, namun klasifikasi menurut ketentuan terakhir (yang terbaru) adalah klasifikasi Cavalier-Smith ini.
Sejarah Klasifikasi
Linnaeus, 1735 (2 Kingdom)
Haeckel, 1866 (3 Kingdom)
Chatton, 1925 (2 Empire)
Copeland, 1938 (4 Kingdom)
Whittaker, 1969 (5 Kingdom)
Woese et al, 1977 (6 Kingdom)
Woese et al, 1990 (3 Domain)
Cavalier-Smith, 2004 (6 Kingdom)
(Belum ada klasifikasi mikroba)

Prokaryota
Monera
Monera
Eubacteria
Bacteria
Bacteria (Gabungan Archaebacteria dan Eubacteria)

Protista
Prokaryota (idem/klasifikasi yg sama dgn yang di atas)
Monera (idem)
Monera (idem)
Archaebacteria
Archaea
Bacteria (idem)


-- Eukaryota mulai dari sini --
Protoctista
Protista
Protista
-- Eukarya mulai dari sini --
Protozoa




Protista (idem)
Protista (idem)

Chromista
Vegetabilia
Plantae
Eukaryota

Fungi
Fungi
Eukarya
Fungi
Vegetabilia (idem)
Plantae (idem)

Plantae
Plantae
Plantae

Plantae
Animalia
Animalia

Animalia
Animalia
Animalia

Animalia
















A.PENGERTIAN KLASIFIKASI

         Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Semua ahli biologi menggunakan suatu sistem klasifikasi untuk mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan struktur. Kemudian setiap kelompok tumbuhan ataupu hewan tersebut dipasang-pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau hewan lainnya yang memiliki persamaan dalam kategori lain. Hal itu pertama kali diusulkan oleh John Ray yang berasal dari Inggris. Namun ide itu disempurnakan oleh Carl Von Linne (1707-1778), seorang ahli botani berkebangsaan Swedia yang dikenal pada masa sekarng dengan Carolus Linnaeus.
Sistem klasifikasi Linnaeus tetap digunakan sampai sekarang karena sifatnya yang sederhana dan fleksibel sehingga suatu organism baru tetap dapat dimasukkan dalam sistem klasifikasi dengan mudah. Nama-nama yang digunakan dalam sistem klasifikasi Linnaeus ditulis dalam bahasa Latin karena pada zaman Linnaeus bahasa Latin adalah bahasa yang dipakai untuk pendidikan resmi.
Adapun tujuan Klasifikasi makhluk hidup adalah :
1. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki
2. Mengetahui ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis lain
3. Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup
4. Emberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya atau belum memiliki nama
Selain memiliki tujuan, klasifikasi memiliki manfaat bagi manusia, antara lain :
1. Klasifikasi memudahkan kita dalam mmpelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam
2. Klasifikasi membuat kita mengetahui hubungan kekerabatan antarjenis makhluk hidup
3. Klasifikasi memudahkan komunikasi
B.PROSES KLASIFIKASI
Para biologiawan masih menggunakan buku Linnaeus yang berjudul Systema Naturae (sistem Alam) yang diterbitkan tahun 1758 sebagai dasar untuk klasifikasi ilmiah. Ada tiga tahap yang harus dilakukan untuk mengklasifikasikan makhluk hidup.
1. Pencandraan (identifikasi), Pencandraan adalah proses mengidentifikasi atau mendeskripsi ciri-ciri suatu makhluk hidup yang akan diklasifikasi.
2. Pengelompokan, setelah dilakukan pencandraan, makhluk hidup kemudian dikelompokkan dengan makhluk hidup lain yang memiliki ciri-ciri serupa. Makhluk hidup yang memiliki ciri serupa dikelompokkan dalam unit-unit yang disebut takson.
3. Pemberian nama takson, selanjutnya kelompok-kelompok ini diberi nama untuk memudahkan kita dalam mengenal ciri-ciri suatu kelompok makhluk hidup.
C.TINGKATAN TAKSON
Dalam sistem klasifikasi, makhluk hidup dikelompokkan menjadi suatu kelompok besar kemudian kelompok besar ini dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Kelompok-kelompok kecil ini kemudian dibagi lagi menjadi kelompok yang lebih kecil lagi sehingga pada akhirnya terbentuk kelompok- kelompok kecil yang beranggotakan hanya satu jenis makhluk hidup. Tingkatan-tingkatan pengelompokan ini disebut takson. Taksa (takson) telah distandarisasi di seluruh dunia berdasarkan International Code of Botanical Nomenclature dan International Committee on Zoological Nomenclature.
Urutan takson antara lain :
1.Kingdom (Dunia/Kerajaan)
2.Divisio (Divisio/Filum)
3.Clasis (Kelas)
4Order (ordo)
5.Familia (Suku)
6.Genus (Marga)
7.Species (Jenis)
Pengertian Dalam urutan Takson:
1. KINGDOM. Kingdom merupakan tingkatan takson tertinggi makhluk hidup. Kebanyakan ahli Biologi sependapat bahwa makhluk hidup di dunia ni dikelompokkan menjadi 5 kingdom (diusulkan oleh Robert Whittaker tahun 1969). Kelima kingdom tersebut antara lain : Monera, Proista, Fungi, Plantae, dan Animalia
2. FILUM/DIVISIO (KELUARGA BESAR). Nama filum digunakan pada dunia hewan, dan nama division digunakan pada tumbuhan. Filum atau division terdiri atas organism-organisme yang memiliki satu atau dua persamaan ciri. Nama filum tidak memiliki akhiran yang khas sedangkan nama division umumnya memiliki akhiran khas, antara lain phyta dan mycota.
3. KELAS (CLASSIS). Kelompok takson yang satu tingkat lebih rendah dari filum atau divisio
4. ORDO (BANGSA). Setiap kelas terdiri dari beberapa ordo. Pada dunia tumbuhan, nama ordo umumnya diberi akhiran ales.
5. FAMILI. Family merupakan tingkatan takson di bawah ordo. Nama family tumbuhan biasanya diberi akhiran aceae, sedangkan untuk hewan biasanya diberi nama idea.
6. GENUS (MARGA). Genus adalah takson yang lebih rendah dariada family. Nama genus terdiri atas satu kata, huruf pertama ditulis dengan huruf capital, dan seluruh huruf dalam kata itu ditulis dengan huruf miring atau dibedakan dari huruf lainnya.
7. SPECIES (JENIS). Species adalah suatu kelompok organism yang dapat melakukan perkawinan antar sesamanya untuk menghasilkan keturunan yang fertile (subur)
D.TATA NAMA BINOMIAL NOMENCLATURE
Banyak makhluk hidup mempunyai nama local. Nama ini bisa berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Untuk memudahkan komunikasi, makhluk hidup harus diberikan nama yang unik dan dikenal di seluruh dunia. Berdasarkan kesepakatan internasional, digunakanlah metode binomial nomenclature. Metode binominal nomenclature (tata nama ganda), merupakan metode yang sangat penting dalam pemberian nama dan klasifikasi makhluk hidup. Disebut tata nama ganda karena pemberian nama jenis makhluk hidup selalu menggunakan dua kata (nama genus dan species)
Aturan pemberian nama adalah sebagai berikut :
1. Nama species terdiri atas dua kata, kata pertama merupakan nama genus, sedangkan kata kedua merupakan penunjuk jenis (epitheton specificum)
2. Huruf pertama nama genus ditulis huruf capital, sedangkan huruf pertama penunjuk jenis digunakan huruf kecil
3. Nama species menggunakan bahasa latin atau yang dilatinkan
4. Nama species harus ditulis berbeda dengan huruf-huruf lainnya (bisa miring, garis bawah, atau lainnya)
5. Jika nama species tumbuhan terdiri atas lebih dari dua kata, kata kedua dan berikutnya harus digabung atau diberi tanda penghubung.
6. Jika nama species hewan terdiri atas tiga kata, nama tersebut bukan nama species, melainkan nama subspecies (anak jenis), yaitu nama takson di bawah species
7. Nama species juga mencantumkan inisial pemberi nama tersebut, misalnya jagung (Zea Mays L.). huruf L tersebut merupakan inisial Linnaeus.




STRUKTUR TUBUH BAKTERI
1.Struktur tubuh bakteri adalah sebagai berikut :
A.      Kapsul  : Dinding sel bakteri pathogen diselubungi oleh lendir glikoprotein yang membentuk kapsul untuk bertahan dari antibodi sel inang dan kekeringan.
B.      Flagela  : Berfungsi sebagai alat gerak,berdasarkan letak dan jumlah flagella dibedakan menjadi MOTORIK,AMFITRIK,LOFOTRIK,dan PERITRIK.
C.      Dinding Sel  : Berfungsi struktur polisakarida dan protein dalam dinding sel, bakteri dibedakan menjadi bakteri garam positif dan garam negative.
D.      Membran Sel  : Berfungsi semipermeabel,Mengatur keluar masuknya zat dari dan kedalam sel.
E.       Sitoplasma  :  Didalam sitoplasmanya terdapat DNA,RNA,RIBOSOM,PROTEIN,KARBONHIDRAT,LEMAK,MINERAL,ENZIM dan kromatofora (pigmen).
F.       Mesosom  :  Tonjolan membrane penghasil energy.
G.     Tilakoid  :  Pelipatan,Membran berisi klorofil untuk fotosintesis pada bakteri autotrof.
H.      Plasmis :  Berupa DNA sirkuler nonkromosom.
I.        Ribosom  :  Tersusun atas protein dan RNA berfungsi untuk sintesis protein.
J.        DNA  ; Berupa DNA sirkuler disebut juga kromosom bakteri, merupakan inti bakteri.
K.      Endospora  : Endospora bediding tebal tahan terhadap panas.
REPRODUKSI BAKTERI
1.Reproduksi bakteri secara aseksual dengan pembelahan biner.Reproduksi bakteri secara paraseksual (pemindahan materi genetic) dengan 3 cara berikut ini  ;
A.            Konjugasi  : yaitu pemindahan materi genetic (DNA) dari satu bakteri kebakteri lainnya secara langsung melalui jembatan sitoplasma.
B.            Transformasi  : Yaitu peemindahan sedikit DNA dari satu bakteri kebakteri lainnya melalui proses fisiologi yang kompleks.
C.            Transduksi    :  Yaitu pemindahan DNA dari satu bakteri ke bakteri lainnya melalui perantara bakteriofag.
2.BAKTERI HETEROTROF (Tidak Berklorofil) Hidup sebagai parasit yaitu memperoleh makanan dari inangnya (bersifat pathogen atau apatogen). Dan saprofit yaitu memperoleh makanan dari sisa-sisa metabolisme mati,bakteri autotrof (berklorofil) dibedakan menjadi fotoautotrof yang menggunakan cahaya menggunakan zat kimia sebagai sumber energy.
PERAN BAKTERI
 1.Manfaat bakteri antara lain untuk produksi makanan ,misalnya streptococcus lactis (keju dan mentega) menghasilkan antibiotic misalnya syreptomyces griceus (strep tomisin), menyuburkan tanah, misalnya rhizobium dan menghasilkan biogas (bakteri saprofit).
2.            Bakteri pathogen pada manusia misalnya MYCOBACTERIUM TUBERCOLOSIS (TBC). Dan salmonella typhii (tifus).Bakteri pathogen pada hewan misalnya BACILLUS ANTHRACIS (ANTRAKS) dan MYCOBACTERIUM AVIUM (pada unggas) bakteri pathogen pada tumbuhan misanya PSEUDOMONAS CATTLEYAE (pada anggrek).

CYANOBACTERIA
1.       Cyanobacteria (alga hijau-biru) termasuk dalam kelompok bakteri (EUBACTERIA) umumnya hidup diperairan,memiliki klorofil,fikosianin dan beberapa memiliki fikoeritrin,bentuknya uniseluler,koloni,atau filamen (benang) tidak berfagela dan bergerak meluncur.



















PROTISTA
  Rangkuman :
Ciri-ciri protista :
A.      Umumnya hidup bebas diperairan,beberapa ada yang bersimbosis dengan organism lain.
B.      Eukaiotik (memiliki membrane inti), organel telah dikelilingin oleh membrane.
C.      Respirasi secara aerobic.
D.      Umumnya,uniseluler,beberapa berkoloni ada yang multiseluler sederhana.
E.       Reproduksi secara aseksual dan seksual.
F.       Protista dibedakan menjadi protista mirip jmur,protista mirip tumbuhan (alga/gangga.dapat berfotosintesis)dan protista mirip hewan (protozoa).
PROTISTA MIRIP JAMUR.
  Protista mirip jamur dibedakan menjadi dua kelompok berikut ini  :
A.      Jamur lendir (myxomycota dan Acrasiomycota)
Pad fase vegetative berbentuk lendir/plasmodium mirip amoeba, yaitu bergerak menggelilingi makanan  dan mencernanya divakuola makanan. Plasmaodium dewasa membentuk sporangium mirip jamur, spora membentuk sel gamet berflagela dua sel gamet melakukan singami dan terbentuk zigot yang kemudian tumbuhan menjadi plasmodium dewasa












 Pada fase vegetative berbentuk  lendir/plasmodium mirip amoeba yaitu bergerak mengelilingi makanan dan mencernanya di vakuola makanan plasmodium dewasa membentuk sporangium dewasa membentuk sporangium mirip jamur. Spora membentuk sel gamet berflagela dua sel gamet melakukan singami dan terbentuk zigot yang kemudian tumbuh menjadi plasmodium dewasa.

2.       Jamur Air (Oomycota)
Jamur ini memiliki hifa tak bersekat melintang dan dinding selnya dari selulosa.Reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora berflagela dua yang tumbuh menjadi hifa baru.Reproduksi seksual dengan fertilisasi sel gamet yang menghasilkan zigot.Zigot membentuk oospora/spora berdinding tebal yang tumbuh menjadi baru. Contoh : Phytophora.

Protista Mirip Tumbuhan (Alga)
   Berdasarkan pigmen yang dikandungannya menjadi  :
 6 kelompok  :
1.       Alga Cokelat (Phaeophyta)
Ciri-cirinya  :
 Adalah sebagai berikut 
Pigmen                 : Klorofil,Fukosantin,Karoten,Santofik.
Bentuk talus       : Bentuk atau mirip tumbuhan
Dinding  sel         :Selulosa,asam alginate
Reproduksi aseksual       : Dengan zoospore dan fragmentasi
Reproduksi seksual         : Dengan isogami dan oogami
Peranan               : Sebagai fitoplankton,bahan untuk industry makanan obat-obat,pupuk
  Contoh               : Sargassum,focus

2.       Alga Merah (Rhodophyta)
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut  :
Pigmen :Klorofil,karotenord,fikosianin,fikoeritrin
Bentuk Talus      : Benang atau seperti tumbuhan
Dinding sel          : Makan dan xilan
Reproduksi aseksual       : Dengan spora haploid
Reproduksi seksual         : Dengan peleburan sel spermatium dan karpogonium.
Peranan               :Bahan agar-agar dan sup
Contoh : Eucheuma,Gellidium

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar